Kepahitan hati adalah dasar dari kebencian yang mendalam,ditandai oleh sikap sinis dan sakit hati.kebencian adalah ketidak senangan,kejengkelan dan sakit hati sebagai reaksi karena merasa dihina atau disakiti,entah sungguh terjadi,atau sangkaan atau tak sengaja.keduanya sering muncul bersama dan merupakan akibat rasa marah yang tak terselesaikan.
Alkitab tidak melarang kita merasa tidak senang,namun memberi dua pembatas,pertama marah harus bebas dari kepahitan hati,dendam dan benci.kedua,menguji diri setiap saat agar diri kita tidak dikuasai oleh perasaan dengki.
Berdasarkan pengalaman pelayanan sering kali di perhadapkan dengan kepahitan hati,marah,dan benci,perasaan-perasaan dendam memakan habis diri orang,emosinya lumpuh dan fisiknya sakit.
Hubungannya dengan orang lain terganggu,bahkan semakin dikuasai perasaan ingin membalas,hingga membunuh orang.orang yang menyimpan endapan rasa marah tak terselesaikan adalah orang yang tidak sehat.
Orang hanya akan mengungkapkan masalah ini,karena ingin memperoleh simpati dan dorongan untuk melampiaskan yang dirasakannya.Mereka akan menceritakan betapa mereka disalah mengertikan,difitnah,disalahkan,tanpa menyadari hakekat dosa dibalik kelakua mereka sendiri.
Kita seharusnya cepat menyadari Firman Tuhan yang berkata,Tetapi sekarang buanglah semuanya ini,yaitu marah,geram,kejahatan,fitnah,dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu(kol 3:8)
Dengan memohon pimpinan Tuhan kita akan dimampukan untuk belajar melakukannya,hari demi hari kita harus tetap berjuang untuk terus katakan tidak pada kepahitan hati.jika demikian kebahagian dan damai sejahtera akan menjadi milik kita.
Keputusan ada pada setiap kita.