Kepahitan hati adalah dasar dari kebencian yang mendalam,ditandai oleh sikap sinis dan sakit hati.kebencian adalah ketidak senangan,kejengkelan dan sakit hati sebagai reaksi karena merasa dihina atau disakiti,entah sungguh terjadi,atau sangkaan atau tak sengaja.keduanya sering muncul bersama dan merupakan akibat rasa marah yang tak terselesaikan.
Alkitab tidak melarang kita merasa tidak senang,namun memberi dua pembatas,pertama marah harus bebas dari kepahitan hati,dendam dan benci.kedua,menguji diri setiap saat agar diri kita tidak dikuasai oleh perasaan dengki.
Berdasarkan pengalaman pelayanan sering kali di perhadapkan dengan kepahitan hati,marah,dan benci,perasaan-perasaan dendam memakan habis diri orang,emosinya lumpuh dan fisiknya sakit.
Hubungannya dengan orang lain terganggu,bahkan semakin dikuasai perasaan ingin membalas,hingga membunuh orang.orang yang menyimpan endapan rasa marah tak terselesaikan adalah orang yang tidak sehat.
Orang hanya akan mengungkapkan masalah ini,karena ingin memperoleh simpati dan dorongan untuk melampiaskan yang dirasakannya.Mereka akan menceritakan betapa mereka disalah mengertikan,difitnah,disalahkan,tanpa menyadari hakekat dosa dibalik kelakua mereka sendiri.
Kita seharusnya cepat menyadari Firman Tuhan yang berkata,Tetapi sekarang buanglah semuanya ini,yaitu marah,geram,kejahatan,fitnah,dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu(kol 3:8)
Dengan memohon pimpinan Tuhan kita akan dimampukan untuk belajar melakukannya,hari demi hari kita harus tetap berjuang untuk terus katakan tidak pada kepahitan hati.jika demikian kebahagian dan damai sejahtera akan menjadi milik kita.
Keputusan ada pada setiap kita.
Renungan betemako
Kumpulan renungan Kristen di daerah perbatasan
Rabu, 08 Juli 2015
Minggu, 07 Juni 2015
Istri selalu salah
Hai sobat-sobat yang punya identitas sebagai istri,tentu punya pengalaman masing- masing ya,entah sudah berapa tahun kita menikah tapi yang jelasnya bahwa kita pasti perna mengalami yang namanya masalah,apalagi yang ada kaitannya dengan keturunan,satu tahun menungguh itu biasa,dua tahun biasa,tiga,empat itu bukan lagi biasa tapi sudah masalah,entah para sobat sadar apa tidak,nah yang sering dipersalahkan adalah istri,akan datang masalah yang lebih banyak,apapun yang di buat istri pasti selalu salah,mulai dari sayur kurang garam sampai pada kalambu tidak diturunkan.itulah yang sering kita hadapi para suami akan berkata ini semua karna istri bahkan mereka bisa bertindak kasar kepada kita,dalam rumah mereka lebih benar sehingga apapun kesalahan yang mereka buat itu akan selalu benar.hal ini membuat kita kecewa dan putus asa sehingga banyak diantara kita yang rela bercerai.Bercerai mungkin pilihan kita tetapi aku mau katakan bahwa bercerai tidak menjadi jaminan bagi kita untuk dibenarkan,kecuali kita kembali pada Sang pemilik kebenaran itu,aku memang mengalaminya,hampir hancur namun aku cepat sadar dan siap menghadapi semuanya dengan tabah serta tetap berharap akan pemulihan dari Sang pemberi kehidupan itu.
Memperjuangkan kebahagiaan
Kebahagian itu selalu diimpikan oleh manusia tidak terlepas dari suami atau istri,tujuan sebuah pasangan menikah adalah untuk berbahagia dan yang membuat pasangan itu bahagia adalah suasana keluarganya.akhirnya masing - masing akan berjuang untuk saling membahagiakan.
Kebahagian memang perlu diusahakan walaupun itu berat,karena kebahagiaan itu bukan terletak pada harta semata,mobil mewah,rumah mewah,jabatan,status,keturunan tidak menjadi jaminan sebuah kebahagiaan sebab semuanya hanya semu.
Namun ada satu jaminan yang pasti yakni iman karena itu berimanlah agar bisa meraih kebahagian itu,memang untuk beriman itu sangat berat namun jika kita tetap berjuang maka itu akan kita peroleh.
Kebahagian memang perlu diusahakan walaupun itu berat,karena kebahagiaan itu bukan terletak pada harta semata,mobil mewah,rumah mewah,jabatan,status,keturunan tidak menjadi jaminan sebuah kebahagiaan sebab semuanya hanya semu.
Namun ada satu jaminan yang pasti yakni iman karena itu berimanlah agar bisa meraih kebahagian itu,memang untuk beriman itu sangat berat namun jika kita tetap berjuang maka itu akan kita peroleh.
Langganan:
Postingan (Atom)